🌅 Dzikir Pagi dan Petang Sesuai Ajaran Rasulullah ﷺ
Makna dan Waktu Dzikir Pagi-Petang
Dzikir pagi dan petang adalah amalan harian yang sangat ditekankan oleh Rasulullah ﷺ.
Dzikir ini merupakan bentuk perlindungan diri, pengingat hati, dan sumber ketenangan jiwa.
Allah ﷻ berfirman:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu.”
(QS. Al-Baqarah: 152)
Waktu dzikir pagi dimulai sejak terbit fajar hingga menjelang matahari terbit,
sedangkan waktu dzikir petang dimulai sejak setelah waktu ‘Ashar hingga menjelang Maghrib.
Keutamaan Dzikir Pagi dan Petang
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membaca dzikir di pagi dan sore hari, maka Allah akan mencukupinya dari segala sesuatu yang ia khawatirkan.”
(HR. Abu Dawud no. 5088, at-Tirmidzi no. 3388, hasan shahih)
Dzikir ini menjadi benteng dari rasa takut, kesedihan, dan gangguan makhluk jahat.
Sebagaimana sabda beliau ﷺ:
“Tidak ada seorang hamba yang mengucapkannya di pagi dan sore hari, kecuali Allah akan menjaganya dari segala hal yang tidak disukainya.”
(HR. Muslim no. 2709)
Beberapa Dzikir Pagi dan Petang yang Diajarkan Rasulullah ﷺ
1. Membaca Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.”
(HR. an-Nasa’i no. 992, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Dan dalam riwayat lain:
“Barang siapa membacanya pada pagi hari, maka ia akan dilindungi hingga sore; dan barang siapa membacanya pada sore hari, maka ia akan dilindungi hingga pagi.”
(HR. al-Hakim, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami’, no. 6464)
2. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas (3x)
Dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bacalah ‘Qul Huwallahu Ahad’, ‘Qul A’udzu bi Rabbil Falaq’, dan ‘Qul A’udzu bi Rabbin Naas’ tiga kali di pagi dan sore hari; itu akan mencukupimu dari segala sesuatu.”
(HR. Abu Dawud no. 5082, at-Tirmidzi no. 3575, shahih)
3. “Allahumma inni asbahtu usyhiduka…”
“اللَّهُمَّ إِنِّي أَصْبَحْتُ أُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ، وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُولُكَ.”
“Ya Allah, aku di waktu pagi ini bersaksi kepada-Mu, kepada para malaikat pembawa ‘Arsy-Mu, dan seluruh makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah, tiada sesembahan selain Engkau, dan Muhammad adalah hamba serta Rasul-Mu.”
(Dibaca 4 kali di pagi dan sore hari)
(HR. Abu Dawud no. 5069, hasan shahih)
4. “A’udzu bikalimaatillahit-taammaati min syarri maa khalaq”
“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya.”
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membacanya di waktu sore, maka ia tidak akan terkena bahaya hingga pagi.”
(HR. Muslim no. 2708)
5. Sayyidul Istighfar
“اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ… ”
(Lengkap dalam HR. al-Bukhari no. 6306)Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa membacanya dengan yakin di pagi hari lalu meninggal sebelum sore, maka ia masuk surga. Dan barang siapa membacanya di sore hari lalu meninggal sebelum pagi, maka ia masuk surga.”
(HR. al-Bukhari no. 6306)
Penutup
Dzikir pagi dan petang bukan hanya rutinitas, tetapi perlindungan spiritual yang menjaga hati dari kelalaian dan jiwa dari kegelisahan.
Dengan melazimkannya, seorang Muslim hidup dalam naungan rahmat, ketenangan, dan penjagaan Allah Ta’ala.
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)
📚 Referensi Utama:
- Shahih al-Bukhari, no. 6306
- Shahih Muslim, no. 2708–2709
- Sunan Abu Dawud, no. 5069, 5082, 5088
- Jami’ At-Tirmidzi, no. 3388, 3575
- Hisnul Muslim, karya Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahtani
- Al-Adzkar, karya Imam an-Nawawi