manhajsalaf

Keutamaan Berdo’a Antara Adzan & Iqomah

🕋 Keutamaan Berdoa Antara Adzan dan Iqamah

Waktu Mustajab yang Sering Terlupakan

Dalam kehidupan sehari-hari, adzan dan iqamah bergema lima kali dalam sehari — menjadi tanda datangnya waktu shalat dan panggilan menuju keberkahan. Namun, sedikit di antara kaum Muslimin yang menyadari bahwa waktu di antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu yang sangat mustajab untuk berdoa.

Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk memanfaatkan waktu singkat ini untuk berdoa, karena doa yang dipanjatkan di saat itu tidak akan ditolak oleh Allah Ta’ala.


Dalil dari Hadits Shahih

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالإِقَامَةِ

“Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.”

(HR. Abu Dawud no. 521, At-Tirmidzi no. 212, dinyatakan shahih oleh Al-Albani; maknanya juga dikuatkan oleh hadits-hadits dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim tentang keutamaan waktu-waktu mustajab.)

Selain itu, terdapat riwayat dalam Shahih Muslim yang menegaskan pentingnya berdoa setelah mendengar adzan, yaitu:

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti yang diucapkannya, kemudian bershalawatlah kepadaku, lalu mintalah kepada Allah al-wasilah untukku… Barang siapa memintakan al-wasilah untukku, maka halal baginya syafa’atku.”

(HR. Muslim no. 384)

Hadits ini menunjukkan bahwa setelah adzan hingga iqamah, adalah waktu yang diisi dengan dzikir, shalawat, dan doa. Dan dalam hadits lain, Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa doa di antara adzan dan iqamah tidak ditolak — menunjukkan keistimewaan waktu ini sebagai waktu yang sangat mustajab.


Mengapa Waktu Ini Diberkahi?

Para ulama menjelaskan bahwa waktu antara adzan dan iqamah adalah waktu penuh keberkahan, karena:

  1. Adzan adalah panggilan menuju ibadah, dan iqamah adalah awal pelaksanaannya — di antara keduanya terdapat jeda penuh ketenangan dan kesiapan hati.
  2. Pada waktu itu, pintu-pintu rahmat Allah terbuka, dan hati seorang hamba sedang bersiap menyambut perjumpaan dengan Rabb-nya dalam shalat.
  3. Karena itu, doa yang tulus dan khusyuk di waktu tersebut lebih dekat untuk dikabulkan.

Contoh Doa yang Dianjurkan

Tidak ada doa khusus yang ditetapkan di waktu antara adzan dan iqamah, sehingga setiap doa yang baik diperbolehkan. Namun, sangat baik jika seseorang:

  • Bershalawat kepada Nabi ﷺ setelah menjawab adzan.
  • Berdoa untuk dirinya, keluarganya, dan kaum Muslimin.
  • Memohon ampunan, petunjuk, dan keberkahan.

Contohnya:

“Allahumma inni as’aluka min khairid-dunya wal-akhirah.”

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan di dunia dan di akhirat.”


Kesimpulan

Waktu antara adzan dan iqamah adalah salah satu waktu yang paling mustajab untuk berdoa.
Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa doa di waktu itu tidak akan ditolak, maka hendaknya setiap Muslim tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.

Gunakanlah waktu itu untuk:

  • Menjawab adzan,
  • Bershalawat kepada Nabi ﷺ,
  • Dan berdoa dengan penuh keikhlasan — karena di antara panggilan adzan dan iqamah terdapat pintu doa yang terbuka lebar menuju langit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *