Setelah wahyu pertama turun di Gua Hira dan Rasulullah ﷺ menerima perintah Allah untuk “Bangunlah dan berilah peringatan” (QS. Al-Muddatsir: 1–2), beliau mulai menjalankan amanah besar itu dengan penuh kehati-hatian.
🌠 Masa Fatrat al-Wahy (Terhentinya Wahyu)
Setelah turunnya wahyu pertama, beberapa waktu lamanya wahyu tidak turun lagi. Rasulullah ﷺ sangat sedih, merindukan suara Jibril dan kalam Tuhannya. Hingga pada suatu hari beliau melihat malaikat Jibril di ufuk langit dalam bentuk aslinya, memenuhi antara langit dan bumi. Beliau pulang dalam keadaan gemetar dan diselimuti. Saat itulah turun ayat:
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ قُمْ فَأَنْذِرْ وَرَبَّكَ فَكَبِّرْ وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ وَالرُّجْزَ فَاهْجُرْ
“Wahai orang yang berselimut! Bangunlah dan berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu, bersihkanlah pakaianmu, dan jauhilah perbuatan dosa.”
— (QS. Al-Muddatsir: 1–5)
Sejak saat itulah Rasulullah ﷺ resmi diangkat menjadi Rasul Allah dan diperintahkan menyampaikan risalah kepada manusia.
🕋 Dakwah Secara Rahasia (Selama ±3 Tahun)
Rasulullah ﷺ memulai dakwahnya dengan rahasia, sebab masyarakat Makkah sangat keras mempertahankan penyembahan berhala. Beliau menyampaikan Islam secara pribadi kepada orang-orang yang memiliki kesiapan hati dan kejujuran.
Beliau menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah, meninggalkan segala bentuk kesyirikan, berakhlak mulia, dan beribadah hanya kepada Sang Pencipta.
💖 Orang-Orang Pertama yang Masuk Islam
- Khadijah binti Khuwailid رضي الله عنها — istri beliau, orang pertama yang beriman dari kalangan wanita.
- Abu Bakr Ash-Shiddiq رضي الله عنه — sahabat terdekat beliau sejak muda; melalui dakwahnya masuk Islam beberapa tokoh Quraisy seperti Utsman bin ‘Affan, Zubair bin Al-Awwam, Abdurrahman bin ‘Auf, Sa’d bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah.
- Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه — anak muda yang tinggal di rumah Nabi ﷺ, orang pertama dari kalangan anak-anak yang beriman.
- Zaid bin Haritsah رضي الله عنه — budak yang telah dibebaskan dan menjadi orang keempat yang masuk Islam.
🏠 Rumah Arqam bin Abil Arqam
Ketika jumlah kaum muslimin mulai bertambah, Rasulullah ﷺ menjadikan rumah Arqam bin Abil Arqam di bukit Shafa sebagai markas dakwah pertama.
Di tempat inilah beliau membacakan Al-Qur’an, menanamkan keimanan, dan membina para sahabat dalam kesabaran dan tauhid.
Jumlah kaum muslimin pada akhir fase ini masih sedikit — menurut sebagian riwayat sekitar tiga puluh orang — namun mereka adalah manusia-manusia terbaik yang kelak menjadi pondasi dakwah Islam.
💬 Isi Pokok Dakwah
Selama fase rahasia, pokok ajaran yang disampaikan Rasulullah ﷺ adalah:
- Tauhid: Menyembah Allah semata. قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
“Katakanlah: Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan ikhlas.” (QS. Az-Zumar: 11) - Menjauhi syirik dan kezaliman.
- Berakhlak mulia dan menjauhi dosa serta keburukan.
🌿 Buah dari Dakwah Rahasia
Tiga tahun pertama dakwah ini menghasilkan generasi sahabat yang kuat imannya dan teguh hatinya. Mereka telah dididik langsung oleh Rasulullah ﷺ dalam lingkungan yang bersih dari pengaruh jahiliyyah.
Fase ini adalah pondasi spiritual Islam, sebelum beliau diperintahkan berdakwah secara terbuka.
🌅 Perintah untuk Menyampaikan Dakwah Terang-Terangan
Setelah para sahabat memiliki keimanan yang kokoh, turunlah perintah Allah:
وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ
“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”
— (QS. Asy-Syu‘ara: 214)
Ayat ini menandai berakhirnya dakwah rahasia dan dimulainya fase dakwah secara terbuka di hadapan masyarakat Quraisy. Dari sinilah ujian, penentangan, dan penderitaan kaum muslimin mulai bermunculan.
🌤️ Pelajaran dari Fase Ini
- Kesabaran dan strategi adalah bagian dari dakwah.
- Kualitas lebih utama dari kuantitas. Rasulullah ﷺ lebih dahulu menanamkan iman sebelum memperbanyak pengikut.
- Khadijah dan Abu Bakr adalah contoh agung tentang dukungan keluarga dan sahabat dalam menegakkan kebenaran.
- Rumah Arqam mengajarkan bahwa tempat kecil pun bisa menjadi sumber cahaya besar jika diisi iman dan ilmu.