manhajsalaf

Rendah Hati Mengangkat Derajat

Dalam hadis disebutkan bahwa Allah meninggikan orang yang tawadhu‘. Nabi ﷺ bersabda:

“Siapa yang tawadhu‘ karena Allah, niscaya Allah mengangkat derajatnya.”
(Al-Adab Al-Mufrad, no. 569)

Makna & Nasihat:
Kerendahan hati tampak pada kesediaan mendengarkan, tidak menyombongkan harta, dan tidak meremehkan siapa pun. Tawadhu‘ membuat hubungan sosial lebih tenang dan hati lebih lapang.

Membantu Keluarga: Sedekah yang Paling Utama

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa sedekah kepada keluarga memiliki dua pahala. Beliau bersabda:

“Sedekah kepada orang miskin mendapat satu pahala, sedekah kepada kerabat mendapat dua pahala.”
(Al-Adab Al-Mufrad, no. 88)

Makna & Nasihat:
Menolong keluarga bukan hanya kewajiban moral, tapi ibadah berlipat pahala. Menanyakan kabar, memberi bantuan, atau sekadar mendengarkan keluh kesah adalah bagian dari menyambung rahmat Allah.

Pentingnya Berbuat Baik kepada Tetangga

Nabi ﷺ menjadikan akhlak kepada tetangga sebagai tolok ukur keimanan seseorang. Dalam hadis disebutkan:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya.”
(Al-Adab Al-Mufrad, no. 105)

Makna & Nasihat:
Berbuat baik kepada tetangga bukan hanya memberi hadiah atau mengucap salam, tetapi juga menjaga kebisingan, tidak menutup akses rumah orang, dan berlaku ramah dalam keseharian. Ketenangan lingkungan adalah cermin akhlak penghuninya.

Doa masuk dan keluar kamar mandi (berdasarkan hadits shahih)

1. Doa masuk kamar mandi

(Dibaca sebelum masuk, ketika hendak membuka pintu.)

بِسْمِ اللهِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Bismillāh, Allāhumma innī a‘ūdzu bika minal-khubutsi wal-khabā’its.

“Dengan nama Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan.”

Dalil: Dibaca Nabi ﷺ ketika masuk tempat buang hajat. [1]


2. Doa keluar kamar mandi

(Setelah selesai dan keluar dari toilet/bathroom.)

غُفْرَانَكَ

Ghufrānak.

“Aku memohon ampunan-Mu.”

Dalil: Nabi ﷺ membaca doa ini ketika keluar dari tempat buang hajat. [2]


Referensi

[1] HR. Al-Bukhari no. 142; Muslim no. 375
[2] HR. At-Tirmidzi no. 7; Abu Dawud no. 30 — shahih

Doa ketika bangun tidur (berdasarkan hadits shahih)

1. Doa bangun tidur

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

Alhamdulillāhilladzī aḥyānā ba‘da mā amātanā, wa ilaihin-nusyūr.

“Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan kami (tidur), dan hanya kepada-Nya kebangkitan.”

Dalil: Dibaca oleh Rasulullah ﷺ ketika bangun tidur. [1]


2. Doa ketika membuka mata – riwayat lain yang shahih

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ

Alhamdulillāhilladzī ‘āfānī fī jasadī, wa radda ‘alayya rūḥī, wa adzina lī bidzikrih.

“Segala puji bagi Allah yang telah menyehatkan tubuhku, mengembalikan ruhku, dan mengizinkanku untuk berdzikir kepada-Nya.”

Dalil: Hadits shahih dari Nabi ﷺ. [2]


3. Doa bangun tidur dengan menyebut nama Allah

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ، رَبِّ اغْفِرْ لِي

Lā ilāha illallāh… (dan seterusnya sebagaimana di atas)

Fadhilah:
Barang siapa membacanya lalu berdoa, maka doanya dikabulkan.
Jika berwudhu dan shalat, shalatnya diterima. [3]


4. Doa ketika bangun tengah malam

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Kemudian membaca:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Allahummaghfir lī.

Dalil: Barang siapa membaca ini lalu berdoa, Allah kabulkan. [4]


5. Doa bangun malam untuk shalat tahajud

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ…
(Doa panjang dikenal sebagai doa tahajjud Nabi ﷺ)

Riwayat lengkapnya shahih panjang; dapat dibaca sesuai lafaz yang sah. [5]


Referensi

[1] HR. Al-Bukhari no. 6312
[2] HR. At-Tirmidzi no. 3401 – shahih
[3] HR. Al-Bukhari no. 1154
[4] HR. Al-Bukhari no. 1154 dari Ubadah bin Shamit
[5] HR. Muslim no. 769 (Doa tahajjud panjang)