manhajsalaf

Tata Cara Mandi Wajib

🛁 Tata Cara Mandi Wajib Berdasarkan Sunnah Rasulullah ﷺ

1. Niat dalam hati

Rasulullah ﷺ tidak pernah mencontohkan pengucapan niat dengan lisan, melainkan cukup berniat dalam hati untuk menghilangkan hadats besar dan menunaikan kewajiban mandi.

💡 Contoh niat dalam hati:
“Saya berniat mandi untuk menghilangkan hadats besar karena Allah Ta’ala.”


2. Mencuci kedua tangan

Rasulullah ﷺ memulai mandi dengan mencuci kedua tangannya sebanyak tiga kali.

📖 Dalil:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Apabila Rasulullah ﷺ mandi janabah, beliau memulai dengan mencuci kedua tangannya.”
(HR. al-Bukhari no. 248, Muslim no. 316)


3. Membersihkan kemaluan dan bagian najis

Setelah itu, beliau mencuci bagian kemaluan dan tempat yang terkena najis dengan tangan kiri.

📖 Dalil:
“Kemudian beliau mencuci kemaluannya dengan tangan kirinya.”
(HR. al-Bukhari no. 248, Muslim no. 316)


4. Berwudhu seperti wudhu untuk shalat

Rasulullah ﷺ kemudian berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lengkap sebagaimana biasanya.
Namun, dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau menunda mencuci kaki hingga akhir mandi.

📖 Dalil:
“Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhunya untuk shalat.”
(HR. al-Bukhari no. 248, Muslim no. 316)


5. Menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali

Rasulullah ﷺ menyiram air ke kepala sebanyak tiga kali, hingga air merata ke seluruh pangkal rambut dan kulit kepala.

📖 Dalil:
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
“Kemudian beliau menuangkan air ke kepalanya tiga kali, lalu membasuh seluruh tubuhnya.”
(HR. al-Bukhari no. 248, Muslim no. 316)


6. Membasuh seluruh tubuh

Beliau kemudian membasuh seluruh tubuh, dimulai dari bagian kanan lalu kiri, memastikan air mengenai seluruh bagian tubuh.

📖 Dalil:
Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha:
“Beliau membasuh tubuhnya, lalu berpindah dari tempatnya dan mencuci kedua kakinya.”
(HR. al-Bukhari no. 257, Muslim no. 317)


7. Mencuci kedua kaki (jika belum)

Jika belum dicuci dalam wudhu sebelumnya, Rasulullah ﷺ mencuci kedua kakinya di akhir mandi.


8. Mengeringkan tubuh (tidak wajib)

Setelah selesai, beliau terkadang mengeringkan tubuhnya dengan kain, sebagaimana disebutkan dalam sebagian riwayat, namun hal ini tidak wajib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *