🕌 Tata Cara Shalat Seperti Rasulullah ﷺ
Pendahuluan
Shalat adalah tiang agama, ibadah pertama yang akan dihisab di hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:
“Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat.”
(HR. al-Bukhari no. 631)
Maka setiap Muslim wajib berusaha meneladani shalat Rasulullah ﷺ dalam gerakan, bacaan, dan kekhusyu’an, sebagaimana dicontohkan dalam hadits-hadits shahih.
✨ Tata Cara Shalat Nabi ﷺ Langkah demi Langkah
1. Niat
Niat dilakukan dalam hati, tidak diucapkan dengan lisan.
Cukup hadirkan dalam hati maksud shalat (misal: “Shalat Zuhur karena Allah Ta’ala”).
Tidak ada dalil shahih bahwa Rasulullah ﷺ melafalkan niat sebelum takbir.
2. Berdiri Menghadap Kiblat
Menghadap ke arah kiblat dengan tenang, menegakkan badan, kaki sejajar, dan pandangan ke tempat sujud.
3. Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sejajar bahu atau telinga sambil mengucapkan:
اللّٰهُ أَكْبَرُ
“Allahu Akbar” (Allah Maha Besar)
(HR. al-Bukhari no. 736, Muslim no. 390)
Kedua telapak tangan menghadap kiblat, jari-jari tidak rapat dan tidak terlalu terbuka.
4. Meletakkan Tangan di Dada
Setelah takbir, Rasulullah ﷺ meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, di atas dada.
(HR. Abu Dawud no. 759, an-Nasa’i no. 889, shahih)
5. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
Contohnya:
اللّٰهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ…
“Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat…”
(HR. al-Bukhari no. 744, Muslim no. 598)
6. Membaca Al-Fatihah
“Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah).”
(HR. al-Bukhari no. 756, Muslim no. 394)
Setelah selesai membaca Al-Fatihah, disunnahkan mengucapkan “Aamiin” dengan suara keras (bagi imam dan makmum pada shalat jahriyah).
7. Membaca Surah atau Ayat Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ membaca surat atau beberapa ayat setelah Al-Fatihah, sesuai shalatnya (pendek di Subuh, sedang di Zuhur/Asar, agak panjang di Maghrib/Isya).
Contoh: Surat Al-A’la, Al-Ghasyiyah, Al-Kafirun, atau Al-Ikhlas.
8. Ruku’
Mengangkat tangan lalu bertakbir: “Allahu Akbar”, kemudian ruku’.
Punggung lurus, kepala sejajar, tangan memegang lutut.
Bacaan ruku’:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ (3x atau lebih)
(HR. Abu Dawud no. 869, at-Tirmidzi no. 262, shahih)
9. I’tidal (Bangun dari Ruku’)
Bangkit sambil mengangkat tangan dan membaca:
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
(HR. al-Bukhari no. 795)
Kemudian dalam posisi berdiri tegak membaca:
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
“Ya Rabb kami, bagi-Mu segala pujian.”
10. Sujud
Bertakbir dan turun sujud dengan meletakkan kedua lutut terlebih dahulu (pendapat mayoritas ulama), lalu kedua tangan, dahi, dan hidung.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Aku diperintahkan sujud di atas tujuh anggota tubuh: dahi (termasuk hidung), kedua tangan, kedua lutut, dan ujung kaki.”
(HR. al-Bukhari no. 812, Muslim no. 490)
Bacaan sujud:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى (3x atau lebih)
(HR. Muslim no. 772)
11. Duduk di Antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud sambil bertakbir, duduk di atas kaki kiri, kaki kanan ditegakkan.
Bacaan:
رَبِّ اغْفِرْ لِي، رَبِّ اغْفِرْ لِي
“Ya Rabb, ampunilah aku.”
(HR. Abu Dawud no. 850, Ibnu Majah no. 898, shahih)
12. Melakukan Sujud Kedua
Sujud kembali seperti sebelumnya dengan bacaan dan tata cara yang sama.
Setelah itu bangkit untuk rakaat berikutnya dengan bertakbir.
13. Tasyahhud Awal
Setelah dua rakaat, duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri).
Bacaan tasyahhud:
التحيات لله، والصلوات والطيبات…
(HR. al-Bukhari no. 831, Muslim no. 402)
14. Tasyahhud Akhir
Pada rakaat terakhir, duduk tawarruk (pantat di tanah, kaki kiri di bawah betis kanan).
Bacaan tasyahhud dilanjutkan shalawat kepada Nabi ﷺ:
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد…
(HR. al-Bukhari no. 831, Muslim no. 405)
15. Doa Setelah Tasyahhud Akhir
Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berlindung dari empat hal sebelum salam:
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, siksa kubur, fitnah hidup dan mati, serta dari fitnah Dajjal.”
(HR. Muslim no. 588)
16. Salam
Menoleh ke kanan lalu ke kiri sambil mengucapkan:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
(HR. Muslim no. 582)
🌿 Kesimpulan: Sifat Shalat Nabi ﷺ Secara Ringkas
| No | Gerakan | Bacaan Utama | Dalil Shahih |
|---|---|---|---|
| 1 | Niat & Takbir | Allahu Akbar | HR. Bukhari 736 |
| 2 | Doa Iftitah | Allahumma baa’id bayni… | HR. Bukhari 744 |
| 3 | Al-Fatihah & Surat | Wajib | HR. Muslim 394 |
| 4 | Ruku’ | Subhana rabbiyal ‘azhim | HR. Muslim 772 |
| 5 | I’tidal | Sami’allahu liman hamidah | HR. Bukhari 795 |
| 6 | Sujud | Subhana rabbiyal a’la | HR. Muslim 772 |
| 7 | Duduk dua sujud | Rabbighfir li | HR. Abu Dawud 850 |
| 8 | Tasyahhud | At-tahiyyat lillah… | HR. Bukhari 831 |
| 9 | Shalawat & doa | Allahumma salli… | HR. Muslim 405 |
| 10 | Salam | Assalamu’alaikum warahmatullah | HR. Muslim 582 |
🕊️ Penutup
Shalat yang dilakukan sesuai sunnah Rasulullah ﷺ bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga menghadirkan kekhusyu’an dan kedekatan dengan Allah.
“Yang pertama kali akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya.”
(HR. at-Tirmidzi no. 413, hasan shahih)
Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk menegakkan shalat sebagaimana Rasulullah ﷺ menegakkannya, dengan penuh kesempurnaan, ketundukan, dan keikhlasan.
📚 Referensi Utama:
- Shahih al-Bukhari no. 631, 736, 744, 831
- Shahih Muslim no. 394, 405, 582, 772
- Sunan Abu Dawud no. 759, 850
- Sunan at-Tirmidzi no. 262, 413
- Sifat Shalat Nabi ﷺ — Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani